Monday, December 1, 2008

Bahagia Batin

Kasih, betapa bahagia hati ini
Kau beri hadiah terindah hari ini
Sebauh rumah menjadi istanaku
Sebidang lahan menjadi hartaku
Kasih, dari hati berucap syukur
Kata indah terlampau panjang ‘tuk dirangkai
Singkat kata dihatiku ada kasih
Singkat cerita dibatinku ada syukur
Terima Kasih Tuhan
Terima kasih cinta

Yogyakarta; 1 Desember 2008
Yovita Un Bria

Sunday, August 31, 2008

For The Beloved

Cinta sejati telah kau ukir
sejak saat kau berucap janji
untuk saling mencintai sehidup-semati.
Saat ini, kehangatan cinta itu tetap terpancar
Di depan mata anak-cucu.
Mereka yang mengenalmu
Termenung kagun
Karena di mata mereka
Ada sosok Kasih yang patut dipanuti.
Sang peneguh cinta,
Semoga cinta mereka tetap abadi.
Selamat Bahagia Papa-Mama.


Riankakore;21 Juli 2008
Yovita Un Bria


Setia

50 tahun kau berjanji setia
Pada Sang Khalik.
Hari ini,
Janji setia yang kau ucap 50 tahun lalu,
sekali lagi kau ucapkan sembari berucap syukur
Kepada Dia yang senantiasa setia mencintaimu.
Karena Ia setia maka engkaupun setia.


Selamat Bahagia Buat
Sr. Magdalena & Sr. Maria Theresi

Bajawa; 2 Juli 2008
Yovita Un Bria.

Friday, May 30, 2008

Hening

Hening
Tangan terkatup
Mata memandang
Budi berpikir
Hati berharap


Berharap akan sebuah
Peubahan seimbang
Untuk sejahterakan rakyat
Untuk kemakmuran negeri ini


Semoga
Jiwa juang rakyat jelata
Tak pupus terhimpit
ketamakan insan tak bernurani, Amin


Yogyakarta, 24 Mei 2008
Un Bria Yovita


Friday, April 18, 2008

Terima Kasih CINTA

Ketika tangan ini terkatup
Ketika mata ini tetutup
Ketika pikiran ini terlebur dalam keheningan
Ketika hati ini menyatu dalam kasihMu
Kala itu kasih dan berkatMu
Hadir
dan naluri batin yang menyambut hadirMu
Berbisik
Terima Kasih CINTA
Yogyakarta; 18 april 2008

Mentari Terus Bersinar

Catatan Buat Kasih

Sejuta proses telah kau lalui
Setapak maju ke depan kau raih
Rasa haru terajut di hati
Ungkapan syukur terucap bibir
Pada sang Khalik atas setiap embun berkat
Yang tercurah padamu.
Sejenak engkau terlarut dalam diammu
Diam yang megajak menatap masa depan
Lalu, skali lagi di hatimu
kau rajut untaian harapan
Semoga......mentari terus bersinar.


Yogyakarta; 16 April 2008


Sunday, March 30, 2008

Di Balik Awan Ada Matahari

Kesulitan dalam hidup memang menakutkan
Derita memang sakit
Kematian memang menyedihkan
Namun
Menenun rapi rasa putus asa dalam nurani,jangan!
Karena
Telah ada DIA yang bisa mengalahkan maut.
Percayakanlah deritamu padaNya.
Letakkanlah harapanmu padaNYa
Dan
Percayalah!
Dibalik derita dan kematian
Ada kebangkitan dan hidup.

Selamat Pesta Paska

Happy Easter

Yogya, 25 April 2008

Meneladani Yesus di Getzemani

Kuingin seperti Yesus:
Selalu tabah
Selalu sabar
Selalu memaafkan
Senantiasa berdoa
Untuk mengetahui kehendak BapaNya.

Kuingin seperti Yesus:
Rela dihina
Rela menderita
Sela berkurban
Demi keselamatan banyak orang.

Kuingin seperti Yesus:
Yang merelakan
Getzemani
Golgota
Yerusalem
Menjadi saksi bisu atas keberanianNya.

Kuingin seperti Yesus:
Yang berani melupakan jati diriNya
Yang memilih mengikuti perintah BapaNya
Yang rela mati demi kesalamatan dunia

Yesus, semoga karena cinta dan berkatMu,
Aku Kaumampukan untuk meneladani diriMu
Dalam keseharian hidupku, Amin.

Halilulik,15 April 1995

AKU HAUS -Yoh;19:18

Golgota,
Aduh Golgota
Di atas salib Kuterpancang
Tergantung tak berdaya.

Golgota,
Teriknya mentari membuatmu gersang
Hingga tak sesikitpun kesegaran Kuhirup darimu
Panas membakar
Sementara darah dan air terus menetes
Meninggalkan tubuhKu
Maka Aku akhirnya haus.

Aku haus.
Yah! benar-benar haus.
Aku haus akan air cintamu
Berilah Aku minum seteguk air
Agar dahaga ini dipuaskan.

Aku haus
Aku mau berkata lagi tentang hidup
Namun tenggorokan dan bibirKu kering.
Ulurkan tanganmu dan polesilah bibir ini
Dengan butiran air penyejuk kasih.

Aku ingin menyeka teresan
darah dan air yang terus mengalir
namun apa daya tangan tak sampai
karena telah terikat rapat dan terpaku pada salib
Aku butuh tanganmu
Basuhlah sekujur tubuh ini menjadi segar
Sehingga Aku bisa terus menanggung
Derita ini sampai pada kepenuhannya.

Kekuasaan yang kumiliki mendorong
Aku untuk membebaskan diri dari derita ini
Namun semua ini tak mampu
Aku lakukan karena kehendak
Bapa lain dari yang Kuingginkan.

Aku haus
Aku butuh air sumber hidup
Aku butuh tangan dan kakimu,
Mata dan telingamu,
Waktu dan tenaganmu,
Pikiran dan hatimu,
CINTAMU
Hanya pemberian dirimu seutuhnya,
Hanya ketulusan cintamu
Yang mampu memuaskan dahagaKu.

Relakah anda dan aku
Beri minum kepadaYesus yang dahaga?

Halilulik;30 Maret 1995

DIAM MERANGKUL DERITA

Yesus
Engkau dijual
Engkau ditangkap
Engkau diadili
Engkau dituduh
Engkau disangkal
Engkau didera
Engkau dimahkotai duri
Engkau pikul salib berat
Engkau ditelanjangi
Engkau disalibkan
Engkau dihukum mati.
Pedih dan sakit memang,
Namun Engkau diam menerima,
Diam menahan derita.
DiamMu itu bagaikan emas murni tak bersuara
Saat ia dites kemurniaanya dalam bara api.
Engkau diam karena Engkau tahu benar
Arti diam dibalik deritaMu.
Terimakasih Yesus untuk diamMu
Yang berarti nilainya,Amin.

Melbourne-Australia 6 April 2001

HANCUR LULUH KARENA CINTA

Aku merunduk membasuh kakiMu
Itulah bukti cintaKu bagimu
Itulah arti pelayanan kasihKu
Itulah makna pengorbananKu
Yang tersalur dari hati tulus.

Sayang,
Lihatlah!. Saat Aku tengah berdoa di Getzemani,
Aku diberi ciuman seorang sahabat
Namun, sebenarnya itu cuma
Ciuman palsu, penyangkalan, kebencian dan pengkhianatan.
Itu juga ciuman sahabat yang telah buta mata hatinya,
Karena tergiur oleh kecemerlangan harta,
Karena tak tahu arti sebuah persahabatan,
Karena takut sandang derita.
Walau telah Kuketahui apa yang bakal terjadi atas diri ini,
Aku tak kuasa melawan
Tak kuasa menghindar
Tak kuasa berkata TIDAK pada Bapa.
Aku rela dihancurluluhkan
Karena kesombongan
Karena kedengkian
Karena kekuasaan
Karena pangkat
Yang
Membelenggu bagai tali yang dipakai untuk mengikatKu,
Sakit dan membekas bagaikan bekas tamparan dipipiKu,
Terluka akibat cambukan-cambukan kekejaman,
Yang mengalir bagai cucuran darah sekujur tubuhKu,
Dan yang berat bagai salib yang kupanggul.
Ya Aku tahu semuanya
Namum kubiarkan semua semua itu terjadi atas diri Ku
Sebagai bukti cintaKu pada Bapaku dan pada dunia.

Sayang,
Ingatkah kau akan kata-kata cintaKu?
Sumbuh yang pudar nyalanya tak ’kan Kubiarkan mati
Melainkan Kubiarkan untuk tetap bernyala
Demi cinta nan ikhlas.

Sayang,
Mengertikah kau?
Sadarkah kau akan pengorbananKu ini?
Semua ini rela dan rela Kulakukan karena sebuah janji setia.

Sayang,
Kutahu, ada saat datang,
Kau pula mengalami perlakuan serupa
Namun teguhkan hatimu
Karena Aku Tuhan telah mengalahkan derita dan maut itu.
Percayalah bahwa sesungguhnya cobaan dan derita yang kaualami
Tidak melampawi kekuatanmu
Karena Aku yang mencintaimu,
Ada untuk menguatkanmu.

Halilulik 25 Juni 1995.