Thursday, September 27, 2007

Milikku, Milikmu Jua

Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku,
dan segala kepunyaanku adalah

kepunyaanmu (Lukas; 15:31)

Mengapa engkau berkata bahwa
kepadamu
tak disembelih seekor lembu
pelengkap meja perjamuan,
tak diberi permata indah
penghiasi jari-jarimu,
tak diberi gaun pesta
penambah keelokan
tubuhmu,
tak diberi kasut
pengalas kaki,
dan
tak diizinkan bersuka -ria
bersama teman-temanmu?
Memaksamu untuk beraggapan demikian
Aku tak sudi,
tapi
Satu hal Ku ingin kau pahami,
bahwa
Sesungguhnya segala kepunyaanKu
adalah kepunyaanmu
Karena kau dan aku
adalah
SATU

Gang Narada 8A ( 9 )
16 September 2007

Thursday, August 9, 2007

Kau Saudara Sejatiku

RagaMu tak dilihat mata,
namun
Hati berkata bahwa Engkau ada.

DiriMu tak dijangkau tangan,
namum
Nurani mampu menjamahMu.

Kata-kataMu tak didengar telinga,
namun
Hati terbuka bisa mendengarkan Sabda SuciMu.

Nalar tak memahami adaMU
namun
Nurani mengimaniMu.

Maka,
Insan beriman yang mulia hatinya
Menerima Mu
dan
Mengakui bahwa Engkau Tuhan
Adalah
Saudara dan sahabat sejatinya.

Jogyakarta;4 Agustus 2007

Wednesday, July 4, 2007

Ada ku bukan untukmu seorang

Seperti tetesan-tetesan embun pagi
yang menyebar pada helai-helai selimut pepohonan
Ia memancarkan keelokkannya,
Ia pijar-kan binar kemilau kristalnya
yang memukau, menarik mata dan memikat hati.
Seiring dengan berlalunya waktu,
Ia perlahan hanyut tertelan jagat
Namun tidak untuk selamaya Ia pergi.
karena setiap hari baru
Kala bumi terbangun dari mimpinya,
Kembali ia hadir.
Ia datang dan pergi,
Ia pergi dan datang lagi.
Yah! ia datang dan sekali lagi pergi,
Tapi bukan untuk selamanya ia pergi
karena tak’kan bosanlah ia
Untuk datang lagi,
Hanya untukmu.
Saat ia datang,
Menolaknya jagan!
karena Ia pemberian yang berharga.
Bersama dia, jelajahilah hayat ini
namun dia jangan kau kurung
dalam sangkar jiwamu
karena ia ada bukan untukmu saja.
Saat ia pergi,
Melupakan dia, jangan!
karena ia pernah menjadi bagian dari dirimu.
Bersedih, jangan pula!.
Naikkan sanjungan hati
untuk apa yang telah dilalui bersama,
dan relakan dia pergi
Karena dia dan kau
Sama –sama ada
Untuk insan lainnya.


Gejayan-Narada.
Yogyakarta, 28 Juni 2007
Hari Persahabatan Sedunia.

Wednesday, June 20, 2007

Meneladani Yesus

Kuingin seperti Yesus:
Tahu mencintai
Tahu memberi
Tahu mengibur
Tahu menghargai.

Kuingin seperti Yesus:
Selalu tabah
Selalu sabar
Selalu memaafkan
Senantiasa berdoa
Untuk mengetahui kehendak BapaNya.

Kuingin seperti Yesus:
Rela dihina
Rela menderita
Selalu berkurban
Demi keselamatan banyak orang.
Kuingin seperti Yesus:
Yang merelakan
Getzemani
Golgota
Yerusalem
Menjadi saksi bisu atas keberanianNya.

Kuingin seperti Yesus:
Yang berani melupakan jati diriNya
Yang memilih mengikuti perintah BapaNya
Yang rela mati demi kesalamatan dunia

Yesus, semoga karena cinta dan berkatMu,
Aku Kaumampukan untuk meneladani diriMu
Dalam keseharian hidupku, Amin.

Halilulik,15 April 1995

Tataplah Aku

Sebuah tatapan bicara jelas
Sebuah tatapan ada artinya
Tataplah seseorang,
Lalu diam dan renungkan:
Mengapa dia kaupandang?

Yesus menatap Petrus
Penuh cinta
Penuh pengampunan
Dengan sebuah tatapan peringatan
Akan cintaNya saat Ia disangkal.

Walau tatapan itu cuman sesaat,
Namun pengaruhnya begitu dasyat.
Tatapan itu mengubah seorang Petrus
Yang semenit lalu menyangkal Dia,
Kini meratapi ulahnya.

Tatapan itu mengubah Petrus
Menjadi manusia baru
Yang mampu berkata:
Tuhan Engkau tahu aku mencintaiMu.

Tatapan itu membuatnya
Berani berkata ya untuk menerima
Tugas baru yang diberi Tuhan
Menjadi sang gembala,
Menjadi wadas bagi gereja Allah
.

Kata hati Yesus:
Sayang,
Kala engkau disakiti,
Berilah dia yang menyakitimu
Sebuah tatapan cinta dan pengampunan
Dan percayalah bahwa tatapan itu
Bisa mengubah segalanya.

Tatapan kebencian kau beri jangan!
Karena itu akan mengambil bahagiamu.
Belajarlah dariKu untuk memandang
Karena tatapanKu adalah tatapan CINTA.

Melbourne-Australia 6 April 2001

Saturday, June 16, 2007

Gadis Desa Bersahaja

Gagasan hidup kaumiliki
Arti cinta kauhidupi
Dalam hati kaurenung selalu
Indahnya hidup kaucipta
Semuanya kau kandung dan lahirkan.

Dirimu kauberikan
Elok senyummu kautebar bagi
Semua yang kaujumpai sehingga nyaman
Ada di sampingmu.

Beribu kenagan kauukir, namun
Enggan bermegah diri.
Ratusan pengagum menatapmu
Semua mereka kauhargai
Anugerah kasih kauberi dari
Hati tak bernoda.
Semoga tali kasihmu dengan anak-anakmu tak putus
Sehingga benang sutra kehidupan tetap utuh.


Gang Narada 8A
Yogyakarta; 4 April 2007

Diamnya Maria



Maria telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya(Luk;10:42b).

Saat kedatanganMu
Kutemui diriMu penuh kegirangan.
Engkau tersenyum menatapi diriku,
Yang duduk di dekat kakiMu
Sambil mendengarkan kata-kata suciMu
Dalam diam penuh penghayatan.
Ajaran bijakMu membuat aku kusuk mendengarkan,
Dan diriMu yang memukau dan penuh wibawa
Membuat aku tak hendak pergi jauh meninggalkan diriMu.

Tak kusangkah!
Ternyata Engkau menyukai aku yang diam
dan tahu mendengarkan.
Aku terharu mendengar kataMu
Bahwa aku telah memilih bagian yang terbaik,
Yang tak akan diambil dariku.

Maria, kataKu benar.
Apa yang telah kaupilih adalah pilihan yang sangat tepat.
Peliharalah selalu sikap hati itu.
Datanglah senantiasa padaKu,
Dengarkan Aku,
Resapkan ajaranKu dalam hidup,
Maka makna setiap ajaranKu akan kaupahami.

Sikap diammu yang tulus
Adalah kualitas dirimu
Yang dapat kaugunakan untuk
mengerti jalan hidupKu dan
melaksanakan petunjuk jalanKu.
Datanglah padaKu, dengarlah Aku
dan percayalah senantiasa padaKu
Maka damai di hati akan kaualami
Karena Aku Tuhan mencintaimu.

Uato-lari, Tim-Tim; 28 April 1998.